Walking Interview ke PT Dwi Perkasa Mobiltama
Jl. Raya Serang Km.24 Pintu Tol Balaraja Timur
Persyaratan :
Pria / Wanita
Minimal SMA
Pengalaman tidak diutamakan
Penempatan di Balaraja
Contact Person :
021 – 99 76 88 00
Supplier Murah untuk Elektronik, Setting Aquarium, Asuransi dan Mobil dengan Harga Terbaik dan Kualitas Terbaik.
If you need for a children you can buy Mint Medium Kids Backpacks, Mint’s medium children's backpacks are designed for children as young as four, and up to tweens. Very sturdy and constructed out of nylon, they have a good amount of space for your kid's books as well as a matching lunch tote. Easy to personalize, the backpacks are created with Mint’s signature fabrics and colorful border designs. Is your child getting ready for school or going off to camp? Match the backpack with a coordinated lunch tote or duffle bag for a great gift set, they measure 15" x 13.5".
My best product is Stephen Joseph Quilted Toddler Backpacks, These adorable Stephen Joseph quilted backpacks are great for toddlers! Made from 100% cotton, they are machine washable and durable. The front flaps have a double drawstring with magnetic snap closures. It has a carry strap handle on top as well shoulder straps. The shoulder straps are adjustable using buttons and button holes.
They are ideal for day care, kindergarten, preschool, dance class, pre-school, overnight bags or for use as small diaper bags. Approximately 11" tall x 13" wide by 4" deep.
Generally we can embroider on the flap or the bag but please note that depending on the style of bag or the length of the name to be embroidered, it may not be possible to place the name on the flap. We will change this if required. So what are you waiting go and buy our products
In Netfuncards you can send Love cards for the sweetheart on various intimate topics such as Thinking of You, Miss You and other free romantic cards. We have a broad assortment of greeting e cards like Kiss you, Hug you, Intimate Moments. Also with a help of free greeting e card you can make a proposal or give apologizes of your bad behavior to beloved.
In the section Care & Support find a choice of greeting cards for your friends, relatives that got into troubles. With our greeting cards it's easy to express sympathy, show that you care, support a person. Also on pages of this section find free cards to wish Good Luck wishes for every day and simply greeting funny cards to cheer up your friends and yourself in weekdays or festive events. Make your acquaintances happy, smiling, full of pleasant emotions with a help of greetings cards - more people will long to keep in touch with you. Definitely, your friends will be delighted by your attention in any situation.
In the section greeting free online cards for kids there're many funny joyful e-cards with congratulations for a kid on different popular children’s holidays. Here we have greeting printable birthday cards, which may cheer up your child bringing delight and joy for whole day! Also, to make your kid busy for a while - find various greeting animated cards, which definitely will entertain a kid giving some free time for yourself.
Greeting cards printable and birthday greetings from NetFunCards are a nice chance to make a pleasant surprise for some holiday or important event in life. So what are you waiting for ? Visit us and get all the best greeting cards.
We are now offering formal training online with our nationally accredited and certified Medical Assistant program. Our program will allow you to study online at your own pace and convenience. Most students complete the program in about 6-8 weeks. However, you can take as long as needed. There are no deadlines or time limits and our medical assistant training program is very affordable. Click here and register online today for just $645!
The use of innovative distance education technology helps us provide one of the most affordable medical assistant programs available anywhere! In addition, our team of consulting educators, physicians, nurses and other health care provides are always available to assist you in your online studies.
Medical Terminology, Human Body Planes, Basic Human Anatomy and Physiology, Medical Office Professionalism, Patient Communication, Medical Records, Basic Medical Law, Scheduling Appointments, Medical Billing and Insurance Claims, Infection Control, Surgical Instruments, Emergency Care, Clinical Equipment, Patient History and Physicals, EKG and Lab Testing, Specimen Collection and Lab Safety, Introduction to Patient Medications.
so immediately register your self in St. Augustine School of Medical Assistants

Buy BMW accessories for your E36, E46, E90 3 series. We carry body kits for E36, E46, E39, E60 and E90 such as bumpers and lips. The E36 and E34 are great vehicles to upgrade their exhaust system. Get that custom grilles for your E46 or E92. We even have custom chrome and black grilles. We also have the largest selection of wheels in 16, 17, 18, 19 and 20".
In . Bmwpartswheels you can order headlights and get the latest in BMW headlight technology by choosing projector headlights with xenon HID already installed. Order your BMW headlights and headlight parts from us today and you will be seeing things clearly again in no time.
Bmwpartswheels is not affiliated with or otherwise authorized, approved, endorsed, or supported by BMW AG or any of its affiliates, subsidiaries or family of worldwide companies. All trademarks and brands including, but not limited to those of BMW AG, set forth on this site are the property or their respective owners.
The BMW name and "Roundel logo" are legal trademarks of BMW AG and are used here for descriptive purposes only.
Bacaan (Ef 2:19-22; Yoh 20:24-29)
“Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”(Yoh 20:24-29), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Tomas, rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Tidak melihat namun percaya” kiranya telah menjadi pengalaman hidup banyak orang sejak lahir di dunia ini. Anak-anak diberi ceritera oleh orangtuaya pasti percaya akan apa yang diceriterakan, para murid/peserta didik di sekolah diberi aneka informasi atau pengajaran atau peristiwa oleh para guru langsung pecaya meskipun tidak atau belum melihat apa yang diajarkan atau diinformasikan, dst.. Dengan percaya terhadap apa yang belum pernah mereka lihat tersebut, mereka tumbuh berkembang menjadi bahagia, selamat dan damai sejahtera. Dalam Warta Gembira hari ini Tomas ditegor atau diperingatkan oleh Yesus karena berkata kepada teman-temannya: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya”. Kita semua adalah orang beriman, yang antara lain berarti percaya pada sesuatu ‘yang tak kelihatan’ atau ‘yang belum atau tak mungkin kita lihat’. Maka baiklah kebenaran ini kita hayati di dalam hidup sehari-hari antara lain dengan saling percaya satu sama lain. Memang untuk itu masing-masing dari kita juga harus menjadi orang yang dapat dipercaya, antara lain menyampaikan atau memberitakan apa-apa yang benar dan baik, pengalaman perjumpaan dengan Tuhan di dalam hidup sehari-hari. Karya Tuhan atau Penyelenggaraan Ilahi.senantiasa ada di dalam diri sesama kita yang berkehendak baik, dan rasanya kita semua berkehendak baik. Marilah kita saling mempercayai satu sama lain agar kita semua di dalam keadaan bahagia, damai sejahtera.
· “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Ef 2:19-20), demikian peringatan Paulus kepada umat di Efesus, kepada kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus. Kita sama-sama anggota keluarga Allah, yang dihimpun dan dihidupi oleh Allah, kita bukan orang asing atau pendatang. Sebagai anggota keluarga Allah tentu saja kita semua mempunyai tugas pengutusan atau kewajiban untuk memperkokoh dan memperdalam persahabatan atau persaudaraan kita, sehingga kita sama-sama bahagia dan damai sejahtera. Yang menandai secara liturgis atau formal sebagai anggota keluarga Allah antara lain rahmat baptis yang telah kita terima. “Kaum beriman kristiani ialah mereka yang, karena melalui baptis diinkorporasikan pada Kristus, dibentuk menjadi Umat Allah dan karena itu dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas imami, kenabian dan rajawi Kristus, dan sesuai dengan kedudukan masing-masing dipanggil untuk menjalankan perutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia” (KHK 204.1). Kita semua dipanggil untuk mewartakan Kabar Baik, apa-apa yang baik dan benar, maka hendaknya tidak diberitakan atau disampaikan melalui berbagai cara apa-apa yang tidak baik dan tidak benar. Apa yang baik dan benar pada umumnya merangsang orang lain untuk tergerak melakukan apa yang baik dan benar juga, sebaliknya apa yang tidak baik dan tidak benar juga merangsang beberapa orang untuk bertindak jahat, melakukan apa yang tidak baik dan tidak benar. Kebersamaaan hidup dan kerja kita dimanapun dan kapanpun hendaknya senantiasa tersiarkan atau terberitakan apa yang baik dan benar, maka marilah kita saling berbuat baik dan benar.
“Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!” (Mzm 117)
Bacaan (Kej 22:1-19; Mat 9:1-8)
“Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.”(Mat 9:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkana pesta St.Bernadino Realino dkk. hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Aku sama sekali tidak menginginkan kemuliaan dunia ini, tetapi semata-mata kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwaku” (Buka Misa Khusus SJ, hal 80) , demikian salah satu motto atau pegangan hidup St.Bernardino Realino. Hal ini kiranya berlawanan atau bertolak belakang dengan apa yang ada dalam hati atau pikiran orang-orang Farisi, yaitu apa-apa yang jahat alias senantiasa melihat kekurangan dan.kelemahan orang lain demi kemuliaan duniawi. Sebagai orang beriman kiranya kita semua dipanggil untuk senantiasa memuliakan Tuhan sebagaimana telah dilakukan oleh orang banyak setelah melihat apa yang dilakukan oleh Yesus atau yang juga diusahakan oleh St.Bernardino Realino maupun demi keselamatan jiwa. “Ad Maiorem Dei Gloriam” (AMDG), itulah motto St.Ignatius Loyola, sahabat Yesus. Jauhkan aneka pikiran atau impian jahat atau kemuliaan duniawi dalam hati dan otak anda, sebaliknya teguhkan dan perdalam dambaan suci dalam hati anda yaitu ‘kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa manusia”. Kemuliaan duniawi seperti harta benda/uang, pangkat/kedudukan atau jabatan duniawi hanya bersifat sementara saja dan tidak abadi, dan dalam sekejap dapat musnah serta serba terbatas. Sebaliknya kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa bersifat abadi atau kekal, tanpa batas. Kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa hemat saya hanya dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan, bagaikan mata uang bermuka dua. Selama atau dalam hidup di dunia ini kiranya yang mudah diindrai adalah usaha keselamatan jiwa, antara lain nampak dalam pribadi yang baik dan berbudi pekerti luhur, senantiasa berbuat baik dimanapun dan kapanpun.
· "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.”(Kej 22:8), demikian jawaban Abraham atas pertanyaan Iskak, yang harus dipersembahkan sesuai dengan firman Tuhan. Abraham begitu taat dan setia pada Tuhan, sehingga siap sedia untuk mengorbankan atau mempersembahkan anaknya sebagai korban persembahan. Perintah Tuhan merupakan ujian atau percobaan, dan akhirnya memang Tuhan sendiri yang menyediakan korban, yaiu anak domba, bukan Iskak. Yang menjadi korban persembahan adalah anak domba, sebagai pengganti Iskak, anaknya. Yang baik kita refleksikan disini adalah ketaatan dan kesetiaan iman Abraham. Anak merupakan anugerah Allah dan harus kembali dipersembahkan kepada Allah, itulah iman Abraham yang selayaknya menjadi teladan hidup kita. Maka dengan ini kami berharap kepada para orangtua untuk tidak segan-segan dan dengan suka hati mempersembahkan anak-anaknya kepada Tuhan. Hal ini secara konkret antara lain dapat diusahakan dengan mendidik dan mendampingi anak-anak untuk tumbuh berkembang sebagai ‘man or woman with/for others’, dan tentu saja dengan keteladanan atau kesaksian para orangtua sendiri. Dengan menjadi atau tumbuh berkembang sebagai ‘man or woman with/for others’ , maka apa yang difirmankan Tuhan: “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”(Kej 22:18) juga berlaku bagi anda semua. Semua bangsa, setiap manusia menjadi berkat bagi sesamanya itulah dambaan dan kerinduan hati kita semua. Kerinduan atau dambaan ini akan menjadi kenyataan jika kita semua tumbuh berkembang menjadi “man or woman with/for others”. , bersikap dan bertindak sosial dimanapun dan kapanpun kepada sesama. Semoga sila kelima dari Pancasila “Keadilan Sosial bagi seluruh bangsa” menjadi kenyataan atau terwujud.
“Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki- Nya!”(Mzm 115:1-3)




Ketika ditimpa oleh penderitaan apa pun, biarlah kita senantiasa memandang pada tujuan ini: hal itu dimaksudkan untuk membiasakan kita memandang rendah kehidupan sekarang ini dan mendorong kita untuk merenungkan kehidupan yang akan datang. Allah, yang mengetahui kecenderungan duniawi kita, menggunakan cara yang terbaik untuk melepaskan kita dari cinta akan dunia ini. Tidak seorang pun yang tidak menginginkan sorga, dan aspirasi terhadap kekekalan sorgawi inilah yang membedakan kita dari binatang. Namun dorongan/sifat alamiah kita secara terus-menerus menarik kita pada kehidupan sekarang ini. Maka untuk menghadapi tendensi kita ini, Allah menakar penderitaan yang memadai untuk mengatasi kegagalan kita. Disiplin salib mengajarkan kita, bahwa kehidupan ini, pada dirinya, sia-sia dan dicemari oleh banyak kejahatan, karena itu, kita harus mengarahkan pandangan kita ke sorga.
Tidak ada jalan tengah antara memperlakukan dunia ini sebagai sesuatu yang tidak berharga atau terikat oleh dunia. Jika kita merindukan kekekalan sorgawi, kita harus berusaha sekuat tenaga agar terlepas dari ikatan dunia, yang sering menjerat hati banyak orang dengan segala kenikmatannya. Bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara dan penuh kesia-siaan, diketahui oleh semua orang, bahkan oleh orang biasa. Tetapi mungkin realitas ini jugalah yang sering kita abaikan, ketika kita bersikap seolah-olah kehidupan sekarang ini akan berlangsung selama-lamanya. Itulah sebabnya, kita memerlukan sesuatu yang selalu dengan kuat mengingatkan kita tentang seperti apakah kehidupan ini. Pemahaman yang benar bahwa kehidupan sekarang ini yang sementara dan tidak memuaskan, biarlah membawa kita untuk merenungkan kehidupan akan datang.
Ketika kita belajar untuk memandang rendah kehidupan sekarang ini jangan sampai kita menunjukkan sikap membenci dunia ini atau tidak bersyukur kepada Allah. Sesungguhnya, kehidupan ini, walaupun banyak kesengsaraan, harus dilihat sebagai berkat dari Allah, sehingga tidak boleh dihina. Banyak berkat yang kita terima dalam kehidupan sehari-hari ini adalah pendahuluan bagi kemuliaan sorgawi yang akan kita terima nanti. Hal ini disaksikan oleh Kitab Suci dan alam, sehingga kita harus terdorong untuk bersyukur kepada Allah atas semua berkat ini. Semua bekat ini adalah persiapan atas, atau cicipan (foretaste) tentang kehidupan yang akan datang
Ketika kita telah menyingkirkan cinta akan dunia yang berdosa ini, hal ini harus membuat kita menginginkan suatu dunia yang lebih baik, yaitu sorga. Dibandingkan dengan kehidupan sorgawi maka kehidupan sekarang ini patut diremehkan, karena selama kita di dunia ini, kita masih jauh dari Tuhan (2 Kor. 5:6). Namun, bagi Paulus, ia hanya mau taat apakah dia harus tinggal di dunia ini agar berguna bagi orang lain, atau pergi untuk bersama Tuhan yang adalah keuntungan baginya (Flp. 1:21-24). Kehidupan ini sendiri, tidak boleh dihina, sebaliknya harus dijaga dengan baik, dan Allah-lah yang menentukan kapan kita meninggalkan dunia ini.
Secara alamiah kita takut kepada kematian, tetapi kerohanian Kristen mengingatkan kita akan ketidakbinasaan kita sehingga meniadakan ketakutan ini dan menghibur kita. Semua makhluk hidup pada naturnya ingin terus hidup di dunia ini, tetapi juga merindukan kebangkitan akhir, karena itu, manusia yang telah dikaruniai pengertian dan yang diterangi oleh Roh Allah, harus lebih mengharapkan kebangkitan akhir. Memandang rendah kematian ini pun telah banyak diajarkan oleh para filsuf. Semakin bersukacita kita menantikan hari kematian, semakin besar kemajuan yang kita peroleh di dalam sekolah Kristus.
Hanya ketika kita mengarahkan mata kita ke sorga kita akan mendapatkan penghiburan atas segala kesusahan yang kita alami, dan tidak lagi mengalami kesulitan untuk menerima fakta bahwa orang-orang jahat hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan, karena kita tahu nasib apa yang menantikan mereka di tempat penghukuman.
“Oleh Kemurahan Allah Kita Hidup ....”
(“By the Mercy of God We are Living ...”)
“Karena itu, Saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
(Rm. 12:1)
Sudah banyak tekad/komitmen dan janji yang kita buat dalam perjalanan hidup rohani kita, mungkin itu dalam acara Camp Remaja, Retreat Guru Sekolah Minggu, kebaktian biasa maupun Kebaktian Kebangunan Rohani, di tengah-tengah doa pribadi, atau acara-acara yang lain. Tetapi berapa banyak tekad dan janji itu yang terlaksana? Mengapa kita sering lupa? Mengapa kita sering merasa bahwa hidup rohani kita gagal?
Masalahnya adalah bukan karena kita tidak tahu kasih Allah yang telah mengaruniakan keselamatan kepada kita, bukan pula karena kita kurang mengerti arti hidup baru, hidup dalam keselamatan. Masalah yang utama bagi setiap orang Kristen adalah bagaimana agar kita senantiasa sadar bahwa kita sedang menjalani hidup di dalam keselamatan Allah itu.
Kerapkali orang Kristen kurang mendapatkan dukungan dari luar (komunitas sekitar), mis.: keluarga, para hamba Tuhan, rekan-rekan sekomisi tempat kita bersekutu, atau saudara seiman di gereja tempat kita beribadah. Dukungan semacam ini sangat penting, tapi bukan yang terpenting. Yang lebih penting daripada itu ialah tanggung jawab masing-masing pribadi untuk memelihara tekad dan janji untuk hidup setia di dalam Tuhan. Dan banyak orang Kristen bertanya: “Bagaimana memiliki kehidupan rohani yang stabil?” Untuk itu ada beberapa hal yang dapat kita lakukan masing-masing secara pribadi sesuai dengan nasihat dan teladan rasul Paulus dalam Roma 12:1, yaitu 3R:
Bertitik tolak dari kenyataan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup orang berdosa sebagaimana yang dipaparkan oleh Paulus dalam 11 pasal pertama surat Roma, kita bersama sampai pada satu kesimpulan praktis tentang hidup ini, yaitu bahwa hidup Kristiani adalah sebuah ibadah (life is a doxology). Dan ibadah itu diarahkan kepada Allah yang kita sembah. Hidup orang Kristen adalah hidup beribadah, hidup yang berpusatkan kepada Allah (theocentric life).
Seperti seluruh planet di tata surya ini bergerak mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliocentric), maka segenap aktivitas hidup sehari-hari orang Kristen harus terus mengarah kepada Allah sebagai pusat hidup mereka. Idealnya, tidak ada satu aktivitas pun yang secara sadar kita lakukan tidak untuk Tuhan dan kemuliaan-Nya, keluar dari orbit!
Banyak pusat hidup yang ditawarkan oleh dunia, bahkan lebih gencar daripada gereja yang hanya mendapatkan waktu rata-rata kurang dari 24 jam seminggu netto untuk menawarkan (promosi) dan mengingatkan orang-orang Kristen. Akibatnya: Banyak orang Kristen tergiur untuk mencoba-coba pusat hidup yang baru sekalipun dengan aktivitas yang sama sehingga tanpa sadar, sekalipun masih bergerak, bernafas, dan beraktivitas, namun hidupnya sudah kehilangan arah, keluar dari orbit! Jika benda-benda langit itu menjauh dari pusatnya, keluar dari orbitnya, maka makin lama akan semakin tidak merasakan panasnya matahari dan ... crasshhh!! Hidup orang Kristen akan menjadi semakin hambar, tidak merasakan sentuhan-sentuhan kasih karunia Tuhan dalam kehidupannya, dan hidupnya cepat atau lambat akan porak-poranda.
Beranikah kita merinci (menginventarisasi) , menguji, dan menata kembali satu per satu komponen hidup kita? Bersediakah kita kembali merenungkan kemurahan kasih Allah sebagai satu-satunya motivasi hidup kita?
Mengarahkan ulang sangat perlu sebagai titik awal, tetapi tidak boleh berhenti di sana . Arah yang benar harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hidup sebagai ibadah bukan hanya diarahkan tetapi harus dijalani. Bukan semata diketahui tetapi dilakukan. Paulus menasihatkan setiap orang Kristen supaya “mempersembahkan tubuh sebagai persembahan” (“to present your body as a sacrifice ...”). Artinya: menunjukkan/ menghadirkan seluruh hidup sebagai persembahan.
Ibadah sejati tidak berhenti di konsep dan doktrin yang benar (orthodoxy, ps. 1-11), apalagi doktrin yang salah, tetapi harus berlanjut kepada aksi dan tingkah laku sehari-hari yang sepadan (orthopraxy, ps. 12-15). Paulus (Alkitab) tidak pernah memisahkan antara pengetahuan dan tingkah laku. Bahkan bagi Paulus tingkah laku seseorang itu adalah konsekuensi/ cermin/buah dari pengenalan-Nya akan Tuhan. Misalnya: jika seorang Kristen bermain-main dengan dosa itu hanya menunjukkan bahwa ia kurang mengerti tentang murka dan keadilan Allah, dll. John Calvin pernah menulis: “Omnis recta cognitio Dei, ad obedientia nascitur,” yang artinya: “Pengenalan yang benar akan Allah, lahir dari ketaatan.”
Mempersembahkan hidup ini tidak dilakukan semaunya dan sembarangan, tetapi harus sesuai dengan kehendak Tuhan yang disembah, dan ini memerlukan disiplin rohani yang serius. Mengapa? Karena kita sedang berperang melawan kedagingan yang selalu menghalangi kita untuk sadar dan menarik kita untuk menjauhi sumber-sumber kekuatan rohani kita seperti misalnya: waktu doa, baca Alkitab, pelayanan, persekutuan, kebaktian, dll.
Untuk menjadi perenang yang handal seseorang harus berlatih keras beberapa jam setiap hari, untuk menjadi pelari yang cepat seseorang harus memaksa dirinya tidak makan sembarangan dan terus berlatih beberapa jam setiap hari, dll. Tetapi mengapa untuk menjadi orang Kristen yang tangguh kita hanya menyediakan waktu-waktu sisa untuk melatih kepekaan rohani kita? We definitely need to actively rededicate our lives every day as a living sacrifice!
Sama seperti arang akan lebih bertahan nyalanya bila dia bersama-sama dengan banyak arang yang lain, maka orang Kristen memerlukan orang Kristen yang lain untuk saling membangun. Orang Kristen memerlukan komunitas Kristen.
Orang Kristen memerlukan bukan hanya perhatian dan kasih, tetapi juga teguran dan nasihat. Paulus memberi teladan dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang Kristen terhadap saudara seimannya, yaitu: memberi nasihat kepada jemaat di Roma untuk kembali mengingat kasih Tuhan dan hidup menurut kemurahan-Nya. Bayangkan jika Paulus mengambil sikap seperti yang sekarang dilakukan oleh banyak orang Kristen, cuek, tidak peduli, atau malah mengkritik secara tidak sehat! Tindakan itu bukan membangun sesama tetapi malah menjatuhkan (baik secara aktif maupun pasif). Bagaimana orang Kristen bisa dibangun bila di dalam komunitasnya sendiri pertumbuhan rohaninya tidak didukung tetapi malah “dibiarkan” melemah atau “dijatuhkan”?
Masalah menegur/menasehati memang bukan hal yang mudah bagi setiap kita. Pada saat kita menegur orang lain, kita juga harus bersedia untuk ditegur untuk hal yang sama. Atau yang lebih baik adalah jika kita menguji diri sebelum menegur orang lain. Ini pola yang sehat. Yang tidak sehat adalah jika kita menegur orang lain tapi kita sendiri tidak mau ditegur. Dan yang juga tidak sehat adalah jika ketika dalam pengujian diri ternyata kita melakukan hal yang sama lalu kita tidak berani menegur dan membiarkan orang lain berada dalam kesalahannya. Coba renungkan Kolose 3:16!
Kita harus menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang cukup ideal untuk menegur kesalahan orang lain, namun setiap orang yang mempunyai motivasi murni untuk membangun berhak untuk menegur saudara seimannya.
Perintah Tuhan Yesus untuk “Jangan menghakimi!” (Mat. 7:1-5) tidak dimaksudkan agar di antara orang Kristen tidak boleh ada saling tegur dan menasehati, tetapi hal tegur-menegur dan nasihat-menasihati tidak boleh dilakukan tanpa kesediaan diri untuk dikoreksi dan/atau dengan motivasi untuk menjatuhkan sesama. Kita jarang menegur dan menasehati orang lain mungkin karena kita takut untuk disalahpahami atau karena kita belum terbiasa, namun jika hal ini membawa berkat kepada sesama, mengapa tidak?! Siapa takut?!
Kalau seorang Kristen tidak pernah ditegur ketika ia jatuh dalam dosa, maka ia akan semakin jauh dari Tuhan dan mungkin ia akan merasa tidak diperhatikan atau malah merasa bahwa yang dilakukannya itu disetujui oleh orang lain (karena yang lain diam, tanda setuju). Dengan demikian, sebagai orang yang tahu dan tidak menegur, kita sedang membantu dia secara tidak langsung untuk mempermainkan anugerah Allah dalam kehidupan orang tersebut. Anugerah Allah yang mahal tiada taranya itu dianggap murah dan diremehkan.
Akhir kata, bagaimana agar kita senantiasa sadar bahwa kita sedang menjalani hidup di dalam keselamatan Allah itu? Kita perlu melakukan beberapa hal: (3R)
1. Reorientasi (Mengarahkan Ulang)
2. Rededikasi (Mempersembahkan Terus-Menerus)
3. Rekonstruksi (Membangun Satu Sama Lain)
Maukah Anda memulainya? Keputusan Anda hari ini menentukan kehidupan Anda kemudian.
“Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar!!” (Flp. 2:12)
Kiranya Tuhan memberkati kita semua!!
Saat anda sedang browsing atau membuka suatu website maupun film. Anda akan merasa kesal dengan keadaan lambatnya akses ke situs tersebut. Berikut adalah cara cara untuk mempercepat akses internet anda. Langkah pertama anda dapat menyetting browser anda.
Bagi pengguna Internet Explorer klik menu Tools-Internet-Option klik tab General klik Setting lalu geser Slider nya. Hal ini untuk membuat cache ( lokasi penyimpanan sementara ) untuk web yang anda buka, sebaiknya di sediakan paling banyak 5 % dari kapasitas Hard disk anda. Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan “about:config” pada address bar.
Setelah cari dan rubah :
“network.http.pipelining” dan “network.http.proxy pipelining” menjadi true dan kemudian isi “network.http.pipelining.maxrequests” antara 30-100 ( semakin besar semakin kencang pula akses internet anda ) dan kemudian anda klik kanan di mana saja dan buat baru dengan cara pilih New-Integer tuliskan “nglayput.initialpaint.delay” dan isi dengan 0.
Langkah ke dua anda dapat melakukan pendaftaran di DNS dan setelah itu anda masuk ke control panel dari menu start pilih network connection lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protocol anda pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda.
Anda dapat melihat dengan melakukan ke dua langkah tersebut anda dapat melihat akses internet anda akan meningkat, jika anda masih belum cukup anda dapat melakukan langkah ke tiga ini dengan cara mendownload dan menginstall program di bawah ini :
Selamat Mencoba dan menikmati !!!!!!!!!!!!!
Ingin tahu cara melihat Website atau Blogspot kita di mata orang lain atau cara melihat link kita di website lain, anda dapat mengakses Link Popularity di sini anda dapat melihat Link kita yang di akses website lain dan di sini Search Engine juga anda dapat melihat tingkat atau level di mana website anda berada dan dapat di bandingkan dengan website orang lain , atau anda ingin mengecek popularitas Keyword website anda silakan coba dan buktikan sendiri sampai di mana ke tenaran website atau blogspot anda.
Anda ingin mengecek website atau blogspot anda pernah di copy atau pernah di kutip oleh orang lain, silahkan anda mengecek di Copy Space di sana anda dapat melihat bagaimana isi dari pemikiran anda di kutip atau dicopy oleh orang orang yang bangga akan hasil karya kita.
Atau anda juga ingin mengecek harga jual dari website anda silahkan kunjungi Harga Website di sana anda dapat melihat nilai harga jual website anda dalam nilai Dollar.
Atau anda ingin menonton TV secara gratis dari internet silahkan kunjungi Indoweb D60PC atau Immediabiz dan dapatkan tontonan gratis bila anda sedang bosan dan anda menghilangkan kejenuhan anda.
Beberapa accessories di atas dapat anda coba dengan gratis. Semoga bermanfaat untuk anda.
Pernah ada seseorang yang tak punya makanan apapun untuk keluarganya. Ia masih punya bedil tua dan tiga butir peluru. Jadi, ia putuskan untuk keluar dan menembak sesuatu untuk makan malam.
Saat menelusuri jalan, ia melihat seekor kelinci dan ia tembak kelinci itu tapi luput. Lalu ia melihat seekor bajing, dia tembak tapi juga luput lagi.
Ketika ia jalan lebih jauh lagi, dilihatnya seekor kalkun liar diatas pohon dan ia hanya punya sisa sebutir pelor, tapi terdengar olehnya suatu suara yang berkata begini "berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus."
Namun, pada saat bersamaan, ia melihat seekor rusa yang adalah lebih menguntungkan. Senapannya ia turunkan dan dibidiknya rusa itu. Tapi lantas ia melihat ada ular berbisa diantara kakinya, siap-siap untuk mematuknya, jadi dia turunkan lebih kebawah lagi, mengarah untuk menembak ular itu.
Tetap, suara itu masih berkata kepadanya, "Aku bilang 'berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus.'" Jadi orang itu memutuskan untuk menuruti suara itu. Ia berdoa, lalu mengarahkan senapan itu tinggi keatas pohon, membidik dan menembak kalkun liar itu. Peluru itu mental dari kalkun itu dan mematikan rusa. Pegangan senapan tua itu lepas, jatuh menimpa kepala si ular itu dan membunuhnya sekali.
Dan, ketika senapan itu meletus, ia sendiri terpental kedalam kolam. Saat ia berdiri untuk melihat sekelilingnya, ia dapatkan banyak ikan didalam semua kantungnya, seekor rusa, dan, seekor kalkun untuk bekal makanannya.
Ular (Iblis) mati konyol sebab orang itu mendengarkan suara Allah.
· Berdoalah sebelum kau lakukan apapun, bidik dan arahkan keatas pada tujuanmu, dan tinggallah terpusat pada Allah. Sebar luaskan ini agar ada seseorang lain yang bakal terberkati.
· Jangan kau dikecilhatikan oleh siapapun mengenai masa lampaumu. Masa lampau itu memang tepatnya begitu - "sudah lewat, sudah lampau." Hidupilah setiap hari sehari demi sehari. Dan ingatlah bahwa hanya Allah yang tahu masa depan kita dan bahwa Ia tidak akan membiarkanmu melewati daya tahanmu.
· Janganlah memandang pada sesamamu untuk meminta berkat melainkan lihat dan bergantungkah pada Tuhan. Ia bisa membuka pintu-pintu bagimu yang cuma Ia saja yang bisa lakukan. Pintu-pintu yang bukan kau masuki dengan menyelinap, melainkan yang hanya Ia yang sudah persiapkan bagi dan demi kamu. Jadi, tunggulah, tenanglah, sabarlah: dahulukan Allah dan lain-lainnya akan nyusul dengan sendirinya.
Dua hari yang lalu dalam suatu kesempatan yang baik, saya bertemu dengan dua orang saudara saya, Pdt. Dr. Caleb Tong dan Pdt. Dr. Joseph Tong. Saya menjemput mereka di bandara dan waktu di bandara seseorang datang kepada saya dan bertanya, “Pak Stephen ya?” Saya bilang, “Ya.” Kami berjabat tangan. “Anda ikut kebaktian di mana?” Saya bertanya padanya dan dia menjawab, “Ya, dulu pernah satu dua kali mendengar khotbah Pak Stephen Tong. Kemudian saya ke gereja-gereja yang lain. Sesudah itu keliling sini, keliling sana, tidak menetap.”Lalu saya bertanya, “Sekarang ke gereja mana?” Jawabannya, “Tidak ke gereja.” Saya bertanya, “Sekarang tidak ke gereja?” Dia merokok dengan satu tangannya ditaruh di belakang. Asap rokoknya terus mengepul seraya berbicara dan ngomong dengan saya. Saya rasa dia sudah melarikan diri dari Tuhan. Lalu saya bertanya, “Mengapa tidak ke gereja?” Dia menjawab, “Kecewa.” “Kecewa dengan siapa?” tanya saya. “Terus terang kecewa kepada Tuhan,” setelah mengatakan kalimat itu, dia lalu pergi.
Saya tidak habis-habisnya memikirkan kalimat itu. Berhakkah? Berhakkah manusia yang dicipta kecewa terhadap Sang Penciptanya? Ini yang menjadi pemikiran saya. Who are we? We think we deserve the right to claim we are disappointed by God. Siapakah kita yang berhak mengatakan, “Aku dikecewakan oleh Tuhan. Aku kecewa terhadap Tuhan.”
Kalimat ini membuat saya memutar pikiran sepanjang satu hari itu. Theologi apakah ini? Theologi ajaran apakah yang mengajar manusia, sehingga berani mengatakan, “Allah mengecewakan saya.” Kalau Allah mengecewakan seseorang, hanya karena beberapa sebab, yaitu: Pertama, Allah berutang kepada saya dan Dia lupa bayar, maka saya kecewa. Kedua, Allah menipu saya, akhirnya saya dirugikan, maka saya kecewa. Ketiga, Allah berjanji sesuatu, akhirnya Dia tidak melunaskannya, sehingga saya kecewa. Tiga presuposisi ini, semuanya tidak memiliki dasar Alkitab. Allah tidak pernah berutang kepada manusia. Theologi yang benar mengatakan, manusia berutang kemuliaan Allah dan tidak bisa membayar sendiri. Yang seharusnya dikatakan adalah kitalah yang mengecewakan Tuhan, bukan Tuhan yang mengecewakan kita. Allah tidak pernah menjanjikan sesuatu yang Dia sendiri tidak melunaskannya, kecuali janji itu adalah semacam tafsiran manusia dan "misleading" (penyesatan) dari orang yang salah mengerti Alkitab. Jadi, Allah tidak berutang kepada saya, Allah tidak sembarang berjanji kepada saya, Allah tidak mungkin menipu saya.
Jika demikian apakah penyebabnya? Penyebab pertama adalah adanya pengkhotbah-pengkhotbah yang memberikan tafsiran yang salah terhadap ayat-ayat Alkitab. Misalnya, yang percaya kepada Tuhan pasti dapat kekayaan, pasti dapat hidup yang subur, makmur di dalam materi. Yang percaya kepada Tuhan pasti tidak ada marabahaya, penyakit, kesulitan, dan kemiskinan. Misalnya lagi, jikalau engkau memberikan persembahan, Tuhan akan mengembalikan sepuluh kali lipat ganda. Apakah saudara pernah mendengar khotbah semacam ini? Hal ini terjadi sejak kira-kira 25 tahun yang lalu, selangkah demi selangkah merambat masuk ke dalam mimbar-mimbar gereja yang tidak bertanggung jawab. Tetapi setiap statement yang tidak benar, bisa juga mendapatkan tunjangan dari Kitab Suci. Jadi ada ayat-ayat yang sepertinya mendukungstatement itu, karena dimengerti secara fragmentaris, dan bukan secara totalitas. Karena mengambil ayat sebagian-sebagian lalu mengkhotbahkannya, sangat mungkin terjadi misleading bagi orang lain yang mendengarnya.
Kedua, pengertian yang tidak membandingkan antara satu ayat dengan ayat yang lain, mengakibatkan tidak diperolehnya prinsip total Kitab Suci. Mengambil suatu keputusan melalui bagian-bagian, lalu membuat statement. Hal ini sangat membahayakan. Saudara sebagai pengkhotbah, sebagai pemimpin gereja, sebagai pembawa firman, sebagai pemberita kehendak Tuhan, harus menghindarkan diri dari hal-hal semacam itu.
Saya percaya, bukan dia saja, mungkin seluruh Indonesia berani mengatakan, “Aku kecewa terhadap Tuhan.” Mungkin sudah puluhan juta orang pernah mempunyai ajaran salah yang menuju pada konklusi bahwa Allah menipu dia, Allah tidak melunaskan janji-Nya, Allah berutang kepada dia sehingga dia berani mengatakan, “Saya kecewa kepada Tuhan.”
Tahun 1965, kalau saya tidak salah ingat, gunung Agung meletus di Bali. Lavanya mengalir begitu cepat, sehingga banyak orang yang tidak sempat mengungsi, mendadak terkena lava. Pada waktu itu saya berada di Bandung, lalu seorang wartawan datang kepada saya, “Pak Stephen, bolehkah saya tunjukkan kira-kira 180 foto yang saya ambil dengan cepat pada waktu orang-orang terkena lava itu?” Saya sedang makan ketika wartawan itu datang dan duduk di samping saya. Waktu saya melihat foto-foto tersebut, rasanya saya ingin muntah. Ada orang yang sedang tidur, lavanya datang dan saat itu juga separuh badannya menjadi tulang, dan separuhnya masih daging. Di tengah-tengah sambungan antara daging dan tempat tulang itu, ada satu garis putih yang besar dan bengkak, seperti kulit babi yang digoreng jadi rambak/krupuk. Bagian yang terkena api panas itu langsung melembung. Satu bagian masih daging biasa, bagian yang lain, matang menjadi seperti rambak. Meskipun saya mau muntah tapi saya dikejar oleh kuriositas, jadi satu per satu foto tersebut saya lihat sambil mau mengeluarkan air mata, sambil mau menangis, sambil mau berteriak, tetapi tidak bisa. Namun ada beberapa foto yang menggugah theologi saya, yaitu lava yang sudah dekat kira-kira tiga meter lagi, dan dalam beberapa detik akan terkena lava, tetapi orang tersebut tidak lari, ia sedang berlutut berdoa kepada dewa. Waktu saya lihat, saya berpikir, “Wah! Ini begitu beda dengan orang Kristen. Mengapa ada orang Kristen pada hari lancar, dia berani berdosa. Sedikit rugi, langsung mencaci maki Tuhan Allah. Mengapa orang kafir waktu mereka menghadapi kecelakaan, mereka tidak memaki-maki dewa mereka. Mereka minta pertolongan dewa, jangan sampai memusnahkan mereka. Mereka mengaku kesalahan, mengaku dosa.” Pemikiran ini terus mempengaruhi saya sampai sekarang, sudah lebih dari 30 tahun.
Pemikiran itu adalah, Why?...Why? ... What causes that? What causes it to be like that? Apa salahnya pemberitaan kita? Apa salahnya khotbah kita, sehingga anggota kita selalu merasa dia sepatutnya menerima anugerah Tuhan dan tidak boleh dirugikan apapun oleh Tuhan, kalau tidak, Allah harus dicela, dimaki, dipersalahkan, dan akhirnya dia keluar dari gereja.
Lalu dari situ, pemikiran saya mulai berkembang pada the theology of suffering, the theology of worship, the theology of understanding grace, theology of resistant to the tribulation. Berkembanglah begitu banyak pemikiran saya semenjak melihat 180 foto tersebut. Mengapakah orang-orang Asia dengan sedikit kesulitan, meninggalkan gereja, keluar dari gereja? Mengapa orang Yahudi yang dibantai, dibunuh dengan gas, dihancurkan hidupnya, enam juta setengah jiwa, di dalam holocaust, tetapi mereka tetap menyembah Allah, tetap takut kepada Tuhan dan mereka tidak pernah meninggalkan iman mereka? Jadi, what's wrong? Apa yang salah di dalam pemberitaan kekristenan? Jawaban saya adalah satu kalimat, “Kita lebih suka memberitakan Allah itu kasih adanya, mengobral murah kasih Allah daripada berani mengkhotbahkan Allah itu suci dan adil, Dia akan menghakimi dosa seluruh dunia.”
Dari konklusi ini, pemikiran saya berkembang lagi, di manakah hamba-hamba Tuhan yang berani menyatakan tahta kemarahan Tuhan, keadilan Tuhan, kesucian Tuhan, untuk mengingatkan bangsa dan zaman ini? Semakin lama semakin sedikit. Tetapi pendeta yang berusaha memberikan injil palsu supaya gerejanya bertumbuh, supaya lebih banyak orang mendengar khotbahnya dengan kalimat, “Percayalah Tuhan, semua penyakit akan disembuhkan, semua kesulitan diatasi, semua akan diberikan kepada engkau” begitu banyak sekali, bahkan di dalam aliran Pentakosta dan Karismatik sudah teracun satu pikiran: dengan banyak mujizat yang dilihat, orang akan beriman.
Namun hari ini saya akan menunjukkan dua prinsip. Prinsip pertama, Yohanes Pembaptis tidak pernah melakukan satu mujizat pun, namun banyak orang yang percaya melalui dia. Karena sifat lurus, jujur, berani, dan tidak mau dipengaruhi oleh dosa sehingga dia berkhotbah dengan kuasa luar biasa. Itu catatan Alkitab. Yohanes tidak pernah melakukan satu mujizat pun, tetapi yang percaya karena dia banyak sekali. Kedua, Islam adalah satu agama yang tidak pernah mengembangkan anggota mereka melalui daya tarik mujizat. Tidak pernah hal itu terjadi. Pada zaman filsuf David Hume, one of the greatest scepticist in the history of human philosophy, ia mengatakan bahwa salah satu sebab yang dipakai oleh orang Kristen untuk membuktikan agama Kristen sebagai satu-satunya agama yang sah adalah tidak adanya mujizat pada agama lain, tetapi hanya ada pada agama Kristen dan dimuat di dalam Kitab Suci. Tetapi cara dia melawan kekristenan justru dengan pertanyaan pernahkah mujizat yang dicatat dalam Kitab Suci orang Kristen, terjadi? Itupun belum bisa dibuktikan. Maka memakai bukti bahwa Kristen ada mujizat maka Kristen itu sah, pada hakekatnya tidak pernah mempunyai dukungan bukti. Apakah yang dicatat dalam Kitab Suci sungguh-sungguh pernah terjadi? Jadi dia menjadi scepticist. Itu namanya to destroy from the foundation the seeking of Christian foundation.
Orang Kristen pada zaman itu selalu memakai fondasi-fondasi yang salah yang sebenarnya bukan fondasi untuk membangun iman. Kalau kita membiasakan diri menjadi pemberita, hoki, fat choi, property, kesuksesan sebagai imbalan kalau percaya kepada Tuhan, maka kita akan menciptakan orang-orang yang akhirnya melarikan diri dari kekristenan dengan kalimat, “Aku tidak lagi ke gereja karena aku kecewa kepada Tuhan.” Saudara seharusnya mempersiapkan diri menjadi hamba Tuhan yang bertanggung jawab dalam pemberitaan firman, sehingga anggotamu selalu menuntut, “Saya jangan menipu Tuhan, saya jangan berutang kepada Tuhan, saya harus menepati apa yang saya janjikan kepada Tuhan.” Dan bukan berkata, “Tuhan berutang kepada saya, Tuhan menipu saya, apa yang Tuhan janjikan, tidak saya dapatkan, maka saya berhak melawan dan kecewa kepada Dia.” Kiranya renungan pendek ini menjadi kekuatan bagi kita untuk menegakkan kembali kebenaran di dalam zaman ini.